"... It was a long journey sampai pada akhirnya kami harus memutuskan untuk vakum dan menghentikan sejenak kegiatan berkreasi."
Saya sangat menikmati kegiatan berkreasi di hari libur mengajar. Kalau kamu pernah nggak sengaja bertemu dengan facebook De Fluffy Craft ini adalah akun jualan pertama saya, saya kehilangan akses ketika entah dengan alasan apa akun facebook saya dilaporkan bergabung dengan organisasi yang tidak benar (saya sendiri nggak tahu maksudnya apa, bahkan sampai dua kali). Semua akses hilang dan celakanya saya lupa password-nya. Jadi, apa mau dikata.
Saya sempat mengikuti pelatihan digital marketing dengan nama Sekolah Pengusaha Online (SPO) dan benar-benar dapat banyak pelajaran dari sana. Tentang bagaimana cara shortcut menjual produk melalui web dan mengiklankannya dengan iklan baris gratis (ketika itu iklan semacam ini sangat berpengaruh). Sejak itu mulai banyak pesanan dari seluruh Indonesia, bahkan pernah ada dari negara tetangga, Malaysia. Web kreasi saya sempat jadi referensi guru kesenian di tempat keponakan saya bersekolah di Madiun, dan itu cukup jadi penyemangat bagi saya untuk terus berkreasi.
Bahan flanel atau felt jadi andalan usaha saya. Karena saya suka menulis, maka saya kombinasikan keduanya menjadi hasil kreasi: pensil dan pulpen yang dibalut kain flanel di sepanjangnya plus sebuah hiasan aneka bentuk dari flanel juga. Ini jauh sebelum trend hiasan flanel penutup ujung pensil, jauh sebelum itu. Saat itu produk inilah yang jadi bestselling di de Fluffy Craft, ditambah lagi saya merambah ke kancing hias lucu dan unik. Semua berawal dari saya dan ibu yang pergi ke sebuah toko peralatan menjahit, di sana saya melihat banyak kancing-kancing hias lucu. Iseng membeli beberapa model dan warna, saya lalu mempublish-nya di web (kalau kamu pernah mampir ke kancinghiaslucudanunik.wordpress.com itu web yang saya gunakan untuk menjual kancing usai mengikuti pelatihan SPO) dan ramai sekali peminatnya. Sayang sekali nasibnya sama dengan akun facebook, saya kehilangan akses dan semua menguap begitu saja.
It was a long journey sampai pada akhirnya kami harus memutuskan untuk vakum dan menghentikan sejenak kegiatan berkreasi. Bukan karena tidak lagi minat pada bidang ini, atau tidak lagi ada pasar di sana, karena faktanya setelah kami, mulai bermunculan penjual-penjual lain meski tidak sebesar kami. Foto-foto produk de Fluffy Craft hasil bidikan bapak saya dengan menggunakan kamera profesional itu, bahkan digunakan (dicomot) orang seenaknya untuk menjual produk mereka. Sekali lagi saya harus menelan pil pahit.
Kami memutuskan berhenti karena di saat yang bersamaan kami juga disibukkan dengan kegiatan berjualan di kantin MAN 1 Malang, Stand Es Teh Poci, yang cukup menyita waktu dan pikiran. Sampai akhirnya di masa pandemi 2020 juga harus berakhir karena miskomunikasi dan banyak hal lain yang tidak bisa saya bahas di sini.
Dan di sini saya sekarang, mencoba mengingat kembali masa-masa itu setelah sebelumnya ter-trigger usai melihat kumpulan kancing-kancing lama sisa perjuangan yang masih tersimpan rapi di kotak-kotak kecil. Mungkinkah saya perlu mencoba merangkainya lagi menjadi kreasi dan lainnya? Mungkinkah ini cara Allah mengingatkan saya? Mungkin saja! ^_^


